Showing posts with label books. Show all posts
Showing posts with label books. Show all posts

Wednesday, December 9, 2009

Negeri Van Oranje

“Beste studenten, het is tijd voor u naar huis te gaan. U kunt morgen terug keer. Ga naar huis, krijg wat rust. Bestudeer regelmatig elke dag. Nu kunt u naar partij gaan."

"Anak-anak rajin, udah dulu yaa, besok lanjutin lagi. Istirahat gih sono, udah malem nih. Belajar jangan main kebut! Sekarang waktunya dugem” (Perpustakaan Universitas Utrecht)

Nah itu dia sedikit dialog dari buku Negeri Van Oranje. Buku yang ngingetin gue sama dua cita-cita yang belom tertacapai: backpacking keliling eropa dan post graduate di luar negeri.

Seperti endorsement dari Andrea Hirata, buku ini emang nyenengin. Nyenengin karena ceritanya yang emang dibungkus dengan ringan dan komedik, nyenengin juga karena kita bakalan dibawa ke tempat-tempat indah di negeri van oranje juga eropa. Walopun buku ini alurnya maju mundur, dan pergerakan ceritanya dinamis banget yang gak jarang bikin gue keder, tapi tetep seru karena bakalan banyak tips di novel ini, kayak tips belajar supaya tetep berprestasi, belanja murah meriah, ndapetin rokok kretek yang super langka di Belanda, cari kontrakan murah dll.

Berikut profil tokoh2 di novel ini:

Banjar, alumnus ITB yang udah jadi eksmud, kuliah ke Belanda karena nerima tantangan dari temennya Goz yang ngeremehin Banjar “Ah, mana tahan lo balik sekolah, Jar. Lo udah gak bisa lagi bisa idup susah. Lo udah kelewat nyaman karena terlalu cepet sukses. Fren, gue berani tantang lo buat idup susah setaun aja. Kalo rela balik jadi mahasiswa miskin di negeri orang. Gue ikhlasin deh lo pacaran ama adek gue! Karena gue yakin lo gak mampu!” Demi tantangan dan demi Gita adeknya Goz akhirnya Banjar ke Belanda.

Wicak, anak kehutanan IPB, aktivis lingkungan yang menyusup di pedalaman Kalimantan buat memata-matai cukong kayu yang rajin ngelakuin illegal logging. Akhirnya jejak Wicak terendus mafia illegal logging, demi keselamatannya akhirnya Wicak diselamatkan ke Belanda sekalian kuliah lagi di Wegeningen.

Daus, anak betawie tulen alumnus FHUI yang masuk Depag lantaran dedemenannya Farah masuk Depag, tapi malang Farah malah nikah ama orang laen. Daus yang kerja di bagian humas di kirim ke Belanda oleh STUNED yang dianggap mampu menjembatani dunia Islam dan Barat. Atas rekomendasi Gus Dur yang merupakan temen engkongnya Daus bernagkat kuliah ke Utrehct Belanda.

Lintang, wanita jago tari, berangkat ke Belanda gara-gara polis asuransi atas namanya yang sedianya diperuntukkan buat biaya nikahan gak jadi lantaran tiap pacaran putus melulu. Jadilah uang tersebut dipake buat kuliah di Universitas Leiden.

Geri, anak konglomerat asal bumi pasundan S1 di Belanda, dan papinya minta lanjutin S2 bisnis di Den Haag.

Kelima anak tersebut ketemu gak sengaja pas kejebak cuaca buruk di stasiun Amersfort. Kemudian kelimanya bikin geng Aagaban. Kerjaan mereka chatting dari malem ampe pagi menjelang, saling ngunjungin ke kota masing-masing. Sampai akhirnya tumbuh rasa sayang, satu bunga empat kumbang begitulah kira-kira analoginya. Di bagian akhir ada titik klimaks yang gak terduga soal percintaan di antara mereka, apa itu? Silahkan baca sendiri yaa.. hehe.. =D
Continue Reading →

Friday, November 6, 2009

Perahu Kertas

Kabar gembira buat yang doyan baca buku, Agustus lalu ada novel baru, Perahu Kertas namanya. Gue sendiri baru memilikinya senin kemarin. Gue pertama kali tau ada novel Perahu Kertas lewat blognya mba Dewi Lestari . Gak lama kemudian rame diobrolin di Twitter, temen gue Anis ama Arin termasuk diantaranya. Tadinya mau minjem aja sama Arin, tapi dia udah jarang ke kampus, finalis none itu udah jadi orang kantoran rupanya.

Finally, gue mendapatkan Perahu Kertas di TM Book Store Detos, lumayan lah harganya 55.000 rupiah, tujuh ribu lebih murah dari Gramedia, plus disampulin pula, asoy khan.. Cukup dua hari merampungkan novel itu, tentu dengan mengesampingkan aktivitas lainnya, termasuk skripsi hehe.. I was addicted!! Hmh.. yang begini ini nih yang bikin kelulusan gue jadi molor *ngeles*

Cerita berawal di Amsterdam, untuk kemudian pindah-pindah antara Jakarta-Bandung-Bali. Keenan dan Kugy merupakan dua tokoh utama dalam novel ini, namanya emang gak familiar di telinga orang Indonesia, Jadi Keenan seorang cowo yang cerdas, artistik dan jago gambar, sedangkan Kugy cewe yang lucu, mungil, urakan, dan piawai mendongeng.

Buku setebal 444 halaman ini berbeda sama buku-buku Dewi Lestari sebelomnya yang bahasanya berat, isinya filosofis dan kontemplatif semisal Supernova dan Filosofi Kopi, kali ini bahasanya lebih enteng, alur ceritanya pun ringan, tapi tetep sarat nilai, so inspiring-lah pokoknya..

Novel ini bercerita tentang cinta, impian, persahabatan, dan kejujuran. Novel ini mengisahkan cinta yang dipendam oleh Kugy dan Keenan. Keduanya teman satu kampus di Bandung. Mereka saling mengangumi satu sama lain, lebih dari itu mereka saling melengkapi. Namun dengan segala kompleksitas yang ada, keduanya sama-sama tak mampu untuk mengungkapkan perasaannya.

Kugy, adalah cewe berantakan yang ngebet pingin jadi juru dongeng. Sementara Keenan sangat bercita-cita menjadi seorang pelukis. Keenan sampai memutuskan untuk mandiri dan drop out dari kampusnya, berharap karyanya bisa diapresiasi. Namun malang, Wanda seorang kurator seni yang merupakan kekasih Keenan hasil percomblangan sahabatnya sendiri, justru menipu Keenan, ternyata lukisan Keenan tidak laku, tapi Wanda yang tajir-majirlah yang membelinya, dan selama ini cuma diumpetin di kolong tempat tidurnya. Wanda emang bisa memborong lukisan Keenan, tapi tidak untuk hatinya.

Sakola Alit dimana Keenan dan Kugy pernah mengajar di Bandung ternyata udah rata digusur developer. Ya, idealisme terbentur realita, persis seperti kehidupan Keenan dan Kugy. Kugy harus melewati hidup dengan realistis menjadi seorang copy writer, sementara Keenan malah harus berbalik arah cukup dratis, bekerja mengurusi perusahaan trading milik ayahnya. Namun, mereka selalu yakin dengan mimpinya. Tak ada yang lebih indah selain keduanya saling mendukung. Seperti yang Keenan katakan pada Kugy, “Gy, jalan kita mungkin berputar, tapi suatu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.”

Pada akhir cerita yang mengharu biru. Keduanya (Kugy dan Keenan) yang sempat berpisah bertahun-tahun lamanya, akhirnya bertemu lagi. Kugy, sudah punya kekasih bernama Remi, bos di kantor advertising-nya. Sementara, Keenan juga sudah punya kekasih seorang gadis Bali, Luhde namanya. Cerita begitu rumit. Namun, akhirnya Remi sadar bahwa hati Kugy hanya untuk Keenan, pun begitu dengan Luhde , walau rasa cintanya begitu dalam, namun hati Keenan hanya untuk Kugy. Ini kejujuran pertama. Kejujuran kedua, ketika Kugy dan Keenan, saling jujur membuka hati, melepas ego masing-masing, menyadari keduanya memang saling mencintai.

Luhde: “Setiap pelukis pasti memiliki ‘jodoh’-nya masing-masing. Kalau mereka mau bertekun, sekaligus berserah, pasti mereka akan menemukannya. Anggaplah kanvas ini langit. Sepertinya langit ini kosong, tapi kita tahu bahwa langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tak terhingga banyaknya. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita”

"Happiness is when what you think, what you feel, what you say, and what you do are in harmony." -Mahatma Gandhi-

Sudahkah Anda jujur pada diri sendiri ??? =)
Continue Reading →

Saturday, October 3, 2009

Usir Dementor dengan mantra Petronus-mu


Ada yang tau siapa Joanne Kathleen Rowling ? Ya, dialah wanita brilliant dengan daya khayal hebat yang nulis 7 sekuel novel Harry Potter. Gue sendiri suka ama konsep-konsep yang dia buat. Ada Sapu Terbang lah, ada Jubah Gaib yang bisa bikin kita ngejitak orang sembarangan tanpa ketauan, ada Horcrux yang bisa nyimpen nyawa, Games Quidditch, juga mantra-mantra keren yang dia karang.

Beberapa mantra yang gue tau: Wingardium Leviosa!, Impedimenta!, Convirgo!, Avada Kedavra!, dan juga mantra Petronus. Masing-masing mantra punya kegunaan berbeda, termasuk mantra Petronus. Nih mantra berguna banget buat ngusir Dementor. Tau khan siapa Dementor? Dementor, penjaga penjara Azkaban yang bisa menghisap harapan dan kebahagiaan. Saking seremnya, penjahat sihir kelas berat pun jadi ciut nyalinya kalo harus berurusan sama Dementor.

Di buku “Magical World of Harry Potter “, Diceritain kalo Dementor yang dibuat J.K Rowling dalam karyanya merupakan gambaran dari Depresi, yang pernah ia alami sendiri. Jadi, ternyata Dementor nggak hanya ada di cerita Harry Potter. They live in real world. Dialah penghisap harapan dan rasa bahagia yang bisa dateng dalem bentuk depresi, suntuk, males, mati gaya, pesimis, yah apapun itulah namanya.

Nah, satu-satunya cara buat mengusir Dementor, Harry mesti ngeluarin mantra yang bernama Patronus. Untuk ngeluarin mantra Patronus dengan baik, Harry harus mengingat hal-hal yang bikin dia bahagia sambil mengarahkan tongkat sihirnya ke Dementor.

Tiap orang pasti punya masalah, included me, dan nggak jarang tuh masalah bisa bikin kepala kita mumet, perasaan down, dan hopeless.. Dan akhir-akhir ini, hidup gue kayak digerayangin terus ama Dementor. Banyak pikiran yang ngeganggu, bikin gue down, gak napsu ngapa-ngapain, jadi gak seneng, dan di saat seperti inilah gue mesti ngeluarin mantra Petronus gue.

Nah, ini dia beberapa mantra Patronus gue, atau dengan kata lain,
hal-hal bahagia yang gue pikirin atau gue lakukan buat ngusir Dementor gue:
1. Berkelana ke Gramedia, ngubek-ngubek buku (beli atau nggak itu soal belakangan hehe..)
2. Ndengerin musik cadas semacam My Chemical Romance, Netral, dll.
3. Nonton film, comedy especially. Rame-raame lebih seru, biar ngakak bareng!!
4. Bebek panggang, martabak telor, jus alpuket sluuurrp ahh.. =p
5. Mengingat masa kejayaan gue di kampus: SENAT, HM, LDMK
6. Melanglang buana di jagat maya, Twitter, Facebook, Kaskus, Blogspot, Youtube, Deviantart..
7. Mbayangin jaman SD dan TPA, saat masih jadi anak soleh nan polos yang kerjaannya saban hari ketawa-ketiwi.
8. Nangkring di atas loteng rumah gue, ngeliat menara masjid kubah emas with sunset background. (Don’t try this at home!!)
9. Mbayangin kepala gue diusap-usap ama Ibu, ohh nikmatnyaa.. I love u mum..^,^

Gak selamanya kita ada di posisi bawah, Gak selamanya nasib kita jelek melulu. Makin kita dramatisir, makin kita larut makin nggak berani kita ngadepin semuanya, makin sulit kita ngelewatin keterpurukan kita. Dengan mengingat-ingat hal yang bikin kita seneng. Kita jadi tau kita pernah bahagia, dan kita harus raih itu kembali. Yup, I will get my spirit back.

Apa mantra Patronus kamu?
Continue Reading →

Wednesday, September 9, 2009

Lupus Jadul on Ramadhan

Gimana yaa enaknya njalanin puasa di bulan September yang adem membara ini ? Gampang, minum aja Aer Es nan Segaarr.. *siap-siap digaplok*. Maksudnya nanti pas udah waktu berbuka =p

Yup, sebagian orang waktu tidurnya menjadi over dosis, keranjingan game on-line, kebanyakan nonton tv, lari-lari di jalanan pas siang bolong (lah, yang ini mah nggak puasa kali yak..), intinya orang-orang pada cari cara buat ngejaga puasanya.

Sebenernya sih yang perlu diwaspadai bukan cuma aktivitas yang bisa ngebatalin puasa, tapi juga yang ngerontokin pahala puasa, semisal ngomel-ngomel, ngeliat yang ‘serem-serem’, ngegosip, dll. Nah, oleh karena itu gue nyari kegiatan yang aman di sela-sela ibadah gue yang khusyu ini (tsaah…), jadi puasanya sah, pahalanya terjaga, ngejalaninnya juga enjoy.

Di tengah keheranan gue atas diskriminasi korban gempa di selatan Jawa dibandingin sama bencana di Situ Gintung. Tau khan, kala itu posko Parpol menjamur, Presiden, Wapres, Pejabat, Caleg berbondong-bondong ngebantuin, tapi sekarang dimanaa mereka?? Apa karena kampanye selesai, kepedulian juga harus berakhir. (mudah-mudahan dugaan gue salah).

Kegerahan belom usai sampe di situ. Berita tentang sweeping warga Malaysia, caci-mencaci, ganyang-mengganyang, semakin kontraproduktif gue rasa. Terlalu banyak berkoar-koar tanpa solusi, mendingan juga kita berkarya yang bener, tunjukin kalo negeri ini kaya budayanya, dan bisa nunjukin prestasi nyata!! Please Be Smart Citizen.. (silahkan berbeda pendapat)

Demikian sekilas info.. ***
Loh, Hubungannya ama LUPUS apa DodoooL !?!?!

Oh iya, begini-begini, kita kembali ke pertanyaan awal tadi, itu lho soal ngejalanin hari-hari di bulan puasa. Setiap orang punya cara masing-masing, seperti ngebanyakin mbaca koran, ngebanyakin tidur, ngebanyakin on-line, nonton TV, terserah deh, pokoknya asal puasa dan pahala puasanya terjaga.

Kebetulan kalo gue lebih seneng mbaca blog orang-orang sama mbaca novel Lupus.
Novel karya Hilman Hariwijaya itu bisa bikin gue ketawa terkekeh-kekeh. Terlepas dari kanyataan bahwa ternyata LUPUS itu nama penyakit, tapi sosok Lupus plus Lulu, Boim dan Gusur tentunya bener-bener kocak. Seperti beberapa hari belakangan, gue lagi demen banget mbaca novel Lupus, sambil tiduran dan ditemani kipas angin, mak nyuus..


Dari beberapa novel Lupus, Salah satu yang gue baca adalah novel edisi perdana “Tangkaplah Daku, Kau Kujitak!” terbitan taun 1984. Wow.. jadul pisan euy.. Entah waktu itu gue masih berbentuk apa, mungkin saat itu bokap-nyokap gue masih pacaran satu becak berdua kali. Dan yang unik dari novel ini sapaan pergaulan muda-mudi kala itu masih ‘Saya-Kamu’, ‘Gue-Elo’ belom populer. Kawula muda jaman itu juga belom akrab sama HP, apalagi FB, YouTube, Twitter, Plurk (Ya iya laah).

Walopun generasi udah beralih, gue tetep suka baca Lupus. Sekalipun ada berita, di era digital kayak gini Raditya Dika udah jadi Lupusnya jaman sekarang, bagi gue novel-novel Lupus tetep punya tempat tersendiri di hati gue.

Nah, apa kegiatan temen-temen di waktu senggang? Apa ada yang mo ikutan saya baca Lupus? =D
Continue Reading →

Saturday, September 5, 2009

Buku Ndoro Kakung


Perburuan buku ‘Nge-BLOG dengan Hati’ Ndoro Kakung ini bukanlah perkara mudah! Dan kalo ada orang yang patut ‘dipersalahkan’ atas perburuan ini, tiada lain tiada bukan adalah mbak Dewi Lestari lah orangnya. Endorsement-nya di buku Ndoro sungguh provokatif, bikin gue jadi penasaran dan pengen langsung beranjak hunting tuh buku.

Mbak Dewi bilang “Tulisan Ndoro Kakung membuka mata saya bahwa kualitas sebuah blog tidak semata-mata ditentukan oleh senioritas usia blog, berapa banyak pengikut, dan berapa banyak pengiklan, melainkan selalu kembali kepada kepiawaian sang Blogger dibaliknya untuk merajut informasi yang berguna, sudut bercerita yang menarik, kekhasan gaya tulisan, orisinalitas berpikir, kejernihan berbahasa, takaran antara humor dan keseriusan yang pas, serta semangat hati untuk berbagi. Semua terajut apik di sini”

Gue sendiri berkenalan sama Ndoro di blognya ndorokakung.com, gaya nulisnya khas banget, penyampaiannya enteng, tapi isinya berbobot. Dan di buku inilah, Sesepuh di dunia blogging itu berbagi cerita, tips, dan pandangannya mengenai Blog. Seperti tips buat Blogger pemula, cara ngebuat posting yang nendang, etika blogging, rahasia uang dan kemasyhuran, dll. Oke kalo gitu mari kita kupas satu demi satu dan tilik lebih dalem isi buku Ndoro Kakung ini. Eits.. sebelom kita bedah-membedah seperti yang gue bilang tadi mendapatkan buku ini bukan perkara mudah kawan!!

Jumat sore perburuan diawali di Gramedia Cinere, tapi hasilnya nihil. Tadinya mo langsung pergi ke TM book store di Detos, tapi mbayangin jalan Margonda sore-sore begini udah serem duluan sama macetnya. Kebetulan gue tau kalo bukunya itu terbitan Gagas. Gue carilah buku laen terbitan Gagas, terus gue catet alamat penerbitnya. Sejurus kemudian gue cari peta Jakarta (masih di Gramed), gue gelar tuh peta, “nah ini dia jalan H. Montong 55, Jagakarsa”. Gue langsung meluncuur ke TKP.

Sesampainya di Gagas Media, gue dikejutkan kabar kalo ternyata di sono gak ada bukunya, karena di situ adalah kantor redaksi, dan kantor pemasarannya beda lagi tempatnya, di daerah Lenteng Agung. Berkelanalah gue ke sana setelah kesasar berkali-kali.. “Hah.. dapet juga ni buku akhirnya”. Sempet berpikir kalo di pusatnya lebih murah harganya, tapi ternyata e.. ternyata, sama aja. Ya, begitulah dagang, beli banyak dikasih korting, kalo ngeteng ya harganya sama aja. Tapi untungnya buku itu cukup worthy sama perjuangan ngedapetinnya. Dan dalam sekejap saja buku 142 halaman itu gue ‘lahab’ abis..

Apa Perlu Punya Blog?

Oke, cukup sudah cerita konyol gue itu, kita langsung ke inti cerita. Beberapa pandangan Ndoro Kakung tentang dunia Blogging. Di bagian depan ada pertanyaan, apa perlu kita punya Blog? Ndoro yang bernama asli Wicaksono itu bilang, “Tergantung, apakah sampean punya passion setinggi Gunung Merapi? Adakah sesuatu yang akan membuat sampean begitu bergairah, baik dalam keadaan senang maupun susah, tanpa memedulikan apakah minat itu akan mendatangkan keuntungan atau tidak. Apakah sampean menikmati proses menciptakan sesuatu dan berbagi pengetahuan dengan orang lain? Lalu apakah sampean menikmati dialog dan diskusi sepenuh hati? Jika salah satu, atau semua, jawabannya adalah iya, berarti sampean perlu punya blog”.

Makna Blog

Pria berusia 43 tahun yang berprofesi sebagai Redaktur Utama Koran Tempo ini memaknai blog semacam laboratorium ide. Di sanalah gagasan diasah, diuji pada tahap paling awal. Mengisi blog sama dengan melatih semua kepekaan indera kita. Mengumpulkan setiap remah ide menjadi bangunan utuh, kita bisa belajar banyak tentang sebuah proses. Proses memberi kita kesalahan, dan pelajaran. Ia akan menempa kita menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi.

Ngebuat Posting yang Nendang
Pertama-tama, tentu aja ngebuat judul yang dahsyat, itulah alasan terpenting pengunjung tertarik dan mbaca tulisan kita. Tanpa judul yang menggoda dan memancing perhatian, kemungkinan besar pengunjung melewatkan blog kita gitu aja. Abis dapet judul, nulis kalimat pembuka (lead). Misalnya diawali dengan kalimat tanya yang memancing orang menemukan jawaban di dalam tubuh tulisan.

Anekdot/lelucon atau kutipan bisa menjadi lead. Anekdot ngebuat orang ketawa. Kutipan – terutama dari orang terkenal – membuat pembaca tertarik. Kita juga bisa memilih lead yang mengajak pembaca membangun imajinasi, atau juga cuplikan statistik, contoh “Dua dari tiga suami di Jakarta pernah selingkuh”.

Yang Penting Isi Bukan Akal-akalan

Kita bisa mempercantik blog kita sekinclong mungkin, memasang link dan banner yang aduhai, bahkan kita bisa mengakali Google atau memanfaatkan trik-trik tertentu. Tapi tanpa ‘content’, blog kita pasti akan menjadi kuburan. Kesepian tanpa pengunjung. Para pengelana jagad digital mendarat di blog kita untuk mencari tau, apa yang udah kita buat dan akan kita kembangin. Tinggal kitanya aja siap memberi sesuatu apa nggak.

Masalahnya apakah kita punya content blog yang memenuhi keinginan pengunjung? Fokus dan terspesialisasi? Jika ya, pengunjung pasti bakal dateng lagi. Semua itu berkat content yang ditulis dengan baik, gampang ditautkan, berkaitan dengan content lain. Bukan lantaran trik, taktik, atau akal-akalan semata.

Nah itulah seklumit isi bukunya Ndoro Kakung, yang mengingatkan sama karier Blogging gue yang cupu nan lamban ini. Di atas itu semua, buku ini bener-bener ngemotivasi gue untuk terus berkarya secara konsisten, orisinil, kaya manfaat, informatif, dan pake hati pastinya..

Terakhir, gue Cuma mo bilang, “buku ini emang keren banget!! worthy buat dibeli”.
Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang..
Mari terus berkarya..
Continue Reading →