Friday, November 6, 2009

Perahu Kertas

Kabar gembira buat yang doyan baca buku, Agustus lalu ada novel baru, Perahu Kertas namanya. Gue sendiri baru memilikinya senin kemarin. Gue pertama kali tau ada novel Perahu Kertas lewat blognya mba Dewi Lestari . Gak lama kemudian rame diobrolin di Twitter, temen gue Anis ama Arin termasuk diantaranya. Tadinya mau minjem aja sama Arin, tapi dia udah jarang ke kampus, finalis none itu udah jadi orang kantoran rupanya.

Finally, gue mendapatkan Perahu Kertas di TM Book Store Detos, lumayan lah harganya 55.000 rupiah, tujuh ribu lebih murah dari Gramedia, plus disampulin pula, asoy khan.. Cukup dua hari merampungkan novel itu, tentu dengan mengesampingkan aktivitas lainnya, termasuk skripsi hehe.. I was addicted!! Hmh.. yang begini ini nih yang bikin kelulusan gue jadi molor *ngeles*

Cerita berawal di Amsterdam, untuk kemudian pindah-pindah antara Jakarta-Bandung-Bali. Keenan dan Kugy merupakan dua tokoh utama dalam novel ini, namanya emang gak familiar di telinga orang Indonesia, Jadi Keenan seorang cowo yang cerdas, artistik dan jago gambar, sedangkan Kugy cewe yang lucu, mungil, urakan, dan piawai mendongeng.

Buku setebal 444 halaman ini berbeda sama buku-buku Dewi Lestari sebelomnya yang bahasanya berat, isinya filosofis dan kontemplatif semisal Supernova dan Filosofi Kopi, kali ini bahasanya lebih enteng, alur ceritanya pun ringan, tapi tetep sarat nilai, so inspiring-lah pokoknya..

Novel ini bercerita tentang cinta, impian, persahabatan, dan kejujuran. Novel ini mengisahkan cinta yang dipendam oleh Kugy dan Keenan. Keduanya teman satu kampus di Bandung. Mereka saling mengangumi satu sama lain, lebih dari itu mereka saling melengkapi. Namun dengan segala kompleksitas yang ada, keduanya sama-sama tak mampu untuk mengungkapkan perasaannya.

Kugy, adalah cewe berantakan yang ngebet pingin jadi juru dongeng. Sementara Keenan sangat bercita-cita menjadi seorang pelukis. Keenan sampai memutuskan untuk mandiri dan drop out dari kampusnya, berharap karyanya bisa diapresiasi. Namun malang, Wanda seorang kurator seni yang merupakan kekasih Keenan hasil percomblangan sahabatnya sendiri, justru menipu Keenan, ternyata lukisan Keenan tidak laku, tapi Wanda yang tajir-majirlah yang membelinya, dan selama ini cuma diumpetin di kolong tempat tidurnya. Wanda emang bisa memborong lukisan Keenan, tapi tidak untuk hatinya.

Sakola Alit dimana Keenan dan Kugy pernah mengajar di Bandung ternyata udah rata digusur developer. Ya, idealisme terbentur realita, persis seperti kehidupan Keenan dan Kugy. Kugy harus melewati hidup dengan realistis menjadi seorang copy writer, sementara Keenan malah harus berbalik arah cukup dratis, bekerja mengurusi perusahaan trading milik ayahnya. Namun, mereka selalu yakin dengan mimpinya. Tak ada yang lebih indah selain keduanya saling mendukung. Seperti yang Keenan katakan pada Kugy, “Gy, jalan kita mungkin berputar, tapi suatu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri.”

Pada akhir cerita yang mengharu biru. Keduanya (Kugy dan Keenan) yang sempat berpisah bertahun-tahun lamanya, akhirnya bertemu lagi. Kugy, sudah punya kekasih bernama Remi, bos di kantor advertising-nya. Sementara, Keenan juga sudah punya kekasih seorang gadis Bali, Luhde namanya. Cerita begitu rumit. Namun, akhirnya Remi sadar bahwa hati Kugy hanya untuk Keenan, pun begitu dengan Luhde , walau rasa cintanya begitu dalam, namun hati Keenan hanya untuk Kugy. Ini kejujuran pertama. Kejujuran kedua, ketika Kugy dan Keenan, saling jujur membuka hati, melepas ego masing-masing, menyadari keduanya memang saling mencintai.

Luhde: “Setiap pelukis pasti memiliki ‘jodoh’-nya masing-masing. Kalau mereka mau bertekun, sekaligus berserah, pasti mereka akan menemukannya. Anggaplah kanvas ini langit. Sepertinya langit ini kosong, tapi kita tahu bahwa langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tak terhingga banyaknya. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita”

"Happiness is when what you think, what you feel, what you say, and what you do are in harmony." -Mahatma Gandhi-

Sudahkah Anda jujur pada diri sendiri ??? =)

6 comments:

  1. emang cerdas tuh orang mengkonstruksi cerita, merangkai kata demi kata.. MANTAP!!

    ReplyDelete
  2. kak aweee....mau donkkk pinjem bukunya kayaknya bagus deh ceritanya/....hehehehe

    ReplyDelete
  3. boleh-boleh.. kebetulan saya msh sering ke kampus, maklum skripsinya blm rampung hehe.. sms aj kalo emg jd..

    ReplyDelete
  4. belom bacaaaa!!!
    mahal sih...tar aja minjem temen..cant wait to read this!

    ReplyDelete
  5. tapi gw kurang suka endingnya deh, hehheee..
    harusnya mereka jangan jadian.hihiii

    ReplyDelete

terima kasih untuk komentarnya..