Showing posts with label oh my goodness. Show all posts
Showing posts with label oh my goodness. Show all posts

Sunday, September 15, 2013

Neologisme ala Vicky Prasetyo





Beberapa hari terakhir media sosial heboh membicarakan Vicky, khususnya gaya bicaranya. Bermula dari sebuah video keterangan pers Vicky mengenai pertunangannya dengan artis dangdut Zascia Gotik yang menggunkan kalimat yang sulit dipahami.
Seperti:

"Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih,"

"Kita belajar, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan."

"Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik."

atau saat ia berpidato di Pilkades Karang Asih:

"My name is Hendrianto. I'm froms the birthday in Karang Asih, Karang Asih City. I have to my mind, i have to my said, i'm get to the good everything," kata Vicky dengan bahasa inggris yang berapi-api.

"If wanna come to inpest, xxx (tidak jelas) come to place. America, Europe and everything Japanese and Asia, i'm ready fot the dewrrw," tambah pria yang kini mendekam di penjara karena kasus penipuan
"My name is Hendrianto. I'm froms the birthday in Karang Asih, Karang Asih City. I have to my mind, i have to my said, i'm get to the good everything,".

"If wanna come to infest, come to place. America, Europe and everything Japanese and Asia, i'm ready fot the dewrrw,".
"Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya," kata Vicky.

"Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan."

"Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga."
Dari pernyataan Vicky yang membuat kita bingung campur geli, saya mencoba mencari penjelasan ilmiahnya. Fenomena atau behavior/mind disorder macam apa ini?

Ada satu istilah yang namanya Neologism, di wikipedia didefinisikan:
"a newly coined term, word, or phrase, that may be in the process of entering common use, but has not yet been accepted into mainstream language. In psychiatry, the term neologism is used to describe the use of words that have meaning only to the person who uses them, independent of their common meaning, this tendency is considered normal in children, but in adults can be a symptom of psychopathy or a thought disorder".
Apakah yang dilakukan Vicky termasuk Neogolisme? kalian bisa coba nilai sendiri.

Beberapa orang memang suka bicara dengan menyisipkan banyak istilah kontemporer dan bahasa Inggris. Tidak jadi masalah kalau penggunaannya tepat dan tidak berlebihan, tapi kalau sebaliknya seperti yang dilakukan Vicky, itu justru akan mengaburkan makna.

Bukankah esensi dari komunikasi adalah tersampaikannya pesan kepada komunikan sesuai yang komunikator maksudkan? 

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa banyak orang bertindak seperti itu? (sepengetahuan saya banyak dan sejauh ini Vicky adalah contoh paling ekstrim yang pernah saya temui), biar dianggap intelek? terpelajar? atau apa?

Menurut saya justru orang yang cerdas adalah orang yang mampu menjelaskan hal yang sangat kompleks sekalipun dengan cara dan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami orang lain.


"Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically, aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya," kata Vicky.

"Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan."

"Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga." - See more at: http://www.kabar24.com/showbiz/read/20130910/39/200106/muncul-video-kocak-vicky-prasetyo-pidato-pakai-bahasa-inggris-berantakan#sthash.ruLlfWFC.dpuf
Continue Reading →

Sunday, January 13, 2013

Di Atas Tanah Surga


Berita di media akhir-akhir ini didominasi berita soal belasan parpol yang gak lolos verifikasi faktual, tapi yang bikin heran kenapa mereka sebegitu ngotot dan marahnya sampai ngamuk-ngamuk di kantor KPU? Apa mereka sudah keluar modal begitu banyak untuk bisa turut serta dalam kontestasi pemilu?

Mungkin betul jalur politik melalui aktivitas kepartaian adalah cara paling ampuh (baca: instan) untuk bisa menuju tangga kekuasaan. Bahkan seorang kader yang partainya tidak lolos sampai berteriak-teriak:

“KAMI INGIN MENYEJAHTERAKAN RAKYAT! KPU TELAH MENCEDERAI NILAI DEMOKRASI NEGERI INI! KAMI INGIN BERKOTRIBUSI! KAMI AKAN ADUKAN PADA DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILU… bla..bla..bla..”

Namun entah kenapa, suara-suara itu di telinga saya tak ubahnya dengunngan pedagang kaki lima di pasar.

“SIAPA LAGI YANG MAU BELI! MUMPUNG ADA DISKON! KUALITAS SUPER! AYO-AYO KEBURU HABIS, BESOK HARGA NAIK! Bla..bla..bla..” #gombal

Berita yang gak kalah ngehits adalah bursa calon Menpora yang vakum sepeninggalan Andi Malarangeng yang menjadi tersangka dalam kasus Hambalang, dan kini sedang diusut KPK. Berbagai nama beredar dan yang diributkan bukanlah siapa yang paling kompeten dan paling berpengalaman di bidang kepemudaan dan olah raga, tapi para elit ribut soal jatah-jatahan, kepada siapa dan partai mana kursi tersebut akan diberikan.

Dan.. abrakadbra! Tiba-tiba Roy Suryo yang jadi Menpora baru.. Wow! Kenapa gak sekalian Agung Hercules aja yang jadi Menpora, padahal doi lebih manly dan atletis. Apa karena dia gak punya kumis tebal macam Foke, Timur Pradopo, Andi Malarangeng & Roy Suryo jadi gak pantas jadi pejabat Negara. Sungguh diskriminasi fisik yang kejam!

Sangat logis jika publik bertanya, mengapa harus si pemilik akun twitter @KRMTRoySuryo yang jadi Menpora, padahal kita tahu ybs lebih dikenal sebagai ‘pakar’ telematika yang sering menjadi rujukan wartawan mengenai kebenaran gambar bugil atau video mesum para artis.

Oiya, FYI KRMT itu artinya Kanjeng Raden Mas Tumenggung, tapi jangan tanya saya kenapa beliau bikin akun twitter dengan embel-embel gelar ningrat. Mungkin kalo saya keturunan ningrat, udah pergi haji dan punya gelar akademis banyak akun twitter saya berubah menjadi: @ProfDrHajiKRMTArifWidodoSSosMSi :D

“Jika suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya."

 (HR. Bukhari – 6015)

 

Bosen nonton berita yang itu-itu aja saya beralih nonton film, judulnya: “Tanah Surga... Katanya”. Kalau di berita televisi saya disuguhkan fenomena hiruk-pikuk perebutan kekuasaan di Jakarta, di film ini saya disuguhkan gambaran kehidupan WNI yang hidup di perbatasan. Kontras! Siapa pun yang pernah nonton film ini pasti terusik hati dan pikirannya, pun demikian dengan saya. Beragam pertanyaan bertubi-tubi mensesaki kepala:

Bagaimana menyejahterakan saudara-saudara sebangsa yang hidup di perbatasan?
Bagaimana mengurangi kesenjangan Pusat dan Daerah?
Bagaiamana cara supaya rupiah bisa mengganti ringgit sebagai alat tukar di sana?
Bagaimana memajukan pendidikan di sana, dengan guru yang secara kualitas dan kuantitas memadai?
Bagaimana cara supaya ada dokter yang mau buka praktik di sana, dan tersedia Puskesmas?
Bagaimana menanamkan rasa nasionalisme kepada mereka?
Bagaimana menciptakan infrastruktur yang bisa menunjang perekonomian di sana?
Bagaimana…? Bagaimana…? Bagaimana…? Bagaimana…? Bagaimana…?


Mungkin jawaban akan bermuara pada soal pendanaan, atau lebih klisenya tidak tersedia cukup dana membangun daerah pinggiran. Apa iya itu masalahnya?
Bagaimana jika dana PPID (Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah) tidak dikorupsi anggota dewan?
Bagaiaman kalau DAU dan DAK ditambah?
Bagaimana kalau tunjangan bagi PNS diperbatasan ditambah?
Bagaiamana kalau Pejabat Negara mau sedikit hidup lebih sederhana?
Bagaimana kalau pemborosan anggaran dan maraknya korupsi bisa dihentikan?

Bagaimana?

Kita memang hidup di tanah surga yang subur, tapi di atas tanah tersebut keadilan dan kehidupan sosialnya masih jauh dari aroma surgawi...

Continue Reading →

Thursday, April 26, 2012

Siap Sedia Selalu Uang Tunai

Beberapa hari yang lalu di perjalanan pulang dari kantor ke rumah, gw mampir ke tukang sate, maklum perut dah gak bisa diajak kompromi nih.

“Bu, pesen sate ayamnya satu porsi” sebenernya pengen nambah kalimat “cepetan ya bu, dah laper nih” tapi gak mungkin lah, cukup di dalam hati aja.

Dengan lahap gw libas tuh sate. Sampe keringetan euy..
Pas buka dompet *astaghfirullah tinggal GOCENG duit gw, mikir sejenak dan keringat dingin pun berdesir lebih deras dari keringat orang kekenyangan sebelumnya.

Kebetulan di seberang jalan ada AlfaMart, seinget gw bisa tarik tunai di sana. Gw pun pura-pura beli minum dan segera ke AlfaMart.

“Mba, di sini bisa tarik tunai pake kartu debit BCA gak?”
“Bisa mas, tapi harus belanja dulu”
“Oke, gakpapa mba”. Gw ambil satu minuman botol dan langsung balik ke kasir.
“Ini, mba belanjaan saya”
“Wah, belanjanya mesti di atas tiga puluh ribu mas.”
“Oh gitu ya, yaudah saya tambahin deh belanjaannya”

Pas udah bolak-balik gitu mba-mba AlfaMartnya bilang: “Maaf, mas mesin debetnya ternyata rusak, maaf ya” *_*

Gw, balik ke tukang sate, pengunjung makin ramai. Gak ada jalan lain gw harus cari ATM. Gw pun memberanikan diri buat ngomong sama si ibu penjual sate untuk ninggalin tempat buat nyari ATM.

“Egh.. Bu,, uang tunai saya gak cukup, saya mau ke ATM dulu”. Suara gw pelan.

“Apah? Gak kedengeran!” si ibu yang sepertinya kebrisikan oleh suara kendaraan lalu-lalang dan riuh pengunjung.

Dengan terpaksa gw lantangkan suara.

“BU, UANG CASH SAYA GAK CUKUP BUAT BAYAR SATE, SAYA CARI ATM DULU YA..”

Si ibu penjual sate terdiam, pengunjung juga terdiam, hening sejenak.. Tak ada jawaban, si ibu memilih terus ngipas-ngipas satenya.

Gw pun segera meluncur.. akhirnya nemu ATM juga, kra-kira 3 Km dari TKP. Dan senyum ibu si penjual sate kembali merekah setelah gw bayar LUNAS!!
Continue Reading →

Sunday, June 5, 2011

Mega Typo


Pernah suatu ketika, saat baru bangun dari tidur saya nulis tweet seperti ini:
bagaimana bisa kau hadir di mimpiku, padahal tak sedetikpun kutindu dirimu..

Itu adalah kutipan lirik lagunya The Groove yang judulnya “khayalan”. Tapi saya salah ketik, entah karena terburu-buru atau nyawa baru kumpul 50%, yang seharusnya kurindu jadi kutindu. Maklum, di papan qwerty huruf R dan T letaknya deketan. Sebenernya sih, dengan nalar sederhana orang pasti tahu maksudnya adalah kurindu bukan kutindu, apalagi kutinju! Jelas gak cocok dengan susunan kata yang ngebentuk kalimat tersebut.

Nah, itulah yang disebut typo (Typographical Error), definisi gampangnya adalah salah ketik. Jika kita salah ketik saat update status di facebook atau twitter, mungkin risikonya dijadikan bahan ledekan teman-teman. Tapi kalau salah ketiknya di surat kabar atau surat resmi kenegaraan? Bisa-bisa kita dianggap tidak profesional dan membuat orang salah paham.

Coba bayangkan jika ada surat yang semestinya berbunyi:

“Berhubung kami kurang dapat memahami nota dinas saudara tempo hari. Maka kami mohon penjelasan lebih lanjut..”

Menjadi:

“Berhubung kami kutang dapat memahami nota dinas saudara tempo hari. Maka kami mohon penjelasan lebih lanjut..”

WOOOI.. SEJAK KAPAN KUTANG DAPAT MEMAHAMI NOTA DINAS!!!

Fatal kan?
Typo juga bukan hanya soal salah menempatkan huruf, tapi juga penulisan yang tidak sesuai EYD atau memakai istilah yang keliru, contoh:

“Ibunda Sammy Iklaskan Anaknya Dipenjara” ☛ ikhlaskan
“Satpol PP Di Hadang Massa di Pasar Barito, Kebayoran Baru” ☛ Dihadang
“Digeber Nonstop 70 Jam, CBR 250cc Raih MURI” ☛ Museum diraih? Harus ada sisipan “Rekor”

Dan peristiwa mega typo baru-baru ini ialah saat redaksi TV One menulis “SBY PERINTAHKAN PENJEMBUTAN NAZARUDDIN” *__*
Kenapa saya sebut mega typo? Perhatikan keyboard qwerty anda, betapa jauh letak huruf P dengan B. Hmmh.. mungkin si penulis lagi ngantuk atau bengong jorok kali yah..
Continue Reading →

Friday, February 11, 2011

Alanda dan Kasus Century


Alanda Kariza terperanjat tatkala Jaksa Penuntut Umum menuntut ibundanya kurungan 10 tahun penjara dan denda 10 milyar rupiah. Dalam blognya Alanda menumpahkan rasa kecewanya. Ia merasa ada yang janggal dan tidak adil dalam proses persidangan ibunya tersebut.

Sang ibu, Arga Tirta Kirana merupakan kepala Divisi Legal Bank Century (2005-2009). Ia dinilai turut memuluskan pencairan kredit dengan dokumen palsu, namun Arga menilai bahwa kewenangan pemberian kredit ada pada Divisi SKPK (Setlement Kredit dan Pelaporan Kredit).

Pada prinsipnya setiap pekerjaan yang dilakukan Arga hanyalah menuruti perintah atasannya, Robert Tantular. Belakangan baru diketahui bahwa ternyata Robert Tantular yang membawa kabur uang tersebut. Namun bagaimana bisa Robert Tantular yang jelas-jelas koruptornya divonis 4 tahun penjara, bahkan Super Gayus hanya 7 tahun penjara, sedangkan ibunya yang notabene hanya menjalankan perintah atasan tanpa mendapat keuntungan apapun dituntut jauh lebih berat?

Tumbal! Setiap perkara besar menuntut penuntasan yang setimpal, menghukum pelaku kejahatan seberatnya kemudian dipublish ke media, masyarakat puas, pemerintahan aman. Masalahnya kasus Century adalah komoditas politik yang ruwet, atau sebenarnya sederhana tapi dibuat rumit. Yang salah bisa diproteksi dan yang bersih bisa dipersalahkan. Begitulah ketika politik kotor mengkooptasi sistem hukum yang lemah.


"Even if I have to let Indonesian Youth Conference go, even if I have to work hard 24/7 to live without having to ask for allowances from my mother… I’m willing to do so.

I just want her to stay with me… instead of behind those scary bars. I just want her to witness everything that I will achieve in the future".

-Alanda-

Continue Reading →

Sunday, January 9, 2011

SKCK


Salah satu amunisi yang mesti dipersiapkan sebagai bekal nyari kerja adalah SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Nah gw ada cerita seru pas ngusrus SKCK di Polsek. Bermula dari tulisan gw di detik.com. Jadi waktu itu gw pengen memperpanajang SKCK yg habis masa waktunya. Sialnya si pulisi pernah baca kritikan gw di media tsb.
Gw     : "Pak saya mau memperpanjang SKCK"
Pulisi : "Mana fotocopy KTP, Pas photo, sama fotocopy SKCK yang lama?"
Gw     : "ini pak, udah saya siapin” *senyum mantap, kayaknya proses bakal lancar nih*
Pulisi : "Sebentar saya ketik dulu di form yang baru” sesaat kemudian.. “Eh kamu dulu pernah nulis di media soal pungutan uang di Polsek ini ya?"
Gw     : "egh.. iya pak..” *agak gugup gw jawabnya”
Pulisi : WOOOI.. NIH DIA NI ORANG YANG NULIS DI INTERNET WAKTU ITU..!!

Serta-merta aja sekumpulan pulisi masuk ke ruang itu. Perasaan gw mulai gak enak. Ya Allah lindungilah hambamu yang soleh dan lugu ini ya Allaah..
“Anak siapa sih kamu?” “Posisi rumah dimana?” “Kerja jadi wartawan?” “Jangan kira kami takut yah!” “Komandan udah tau semua ini, dia aja gak masalah tuh” “Hati-hati kamu ya kalo nulis-nulis” bla bla bla … … … … … … … … … … … 

Serentetan omelan dan sumpah serapah itu pun gw terima dengan pasrah, cari aman lah pokoknya.

Akhirnya perpanjangan SKCK gw gak diproses, dan gw disuruh ke Polres yang notabene tempatnya lebih jauh. Ternyata oh ternyata ongkos pembuatan SKCK di Polres malah lebih mahal. Walaupun di loket ada tulisan sepuluh ribu, nyatanya gw dimintain tiga puluh ribu.
 

Hah,, kerja belom udah dipalakin sana-sini.. kutu kupret bener dah pelayanan publik negeri ini.

Continue Reading →

Monday, October 26, 2009

Tukang fotokopi

Jangan sembarangan milih tempat photocoy!! salah pilih bisa berimbas ama masa depan temen2 (lebay dah).
Gak percaya?? Gini ceritanya, gue khan lagi skripsian, berhubung gue make metode kuantitaif yang make kuesioner, gue jadi rajin ngerevisi kuesioner dan pastinya gue fotokopi sejumlah responden yang ada.

Di siang hari yang lengas gue mampir toko buku Sederhana di Jalan Nusantara Depok, gue beli souvenir buat responden2 gue di telkom yang sudi ngisi kuesioner gue. Kuesioner gue sendiri entah udah berapa kali di revisi. Pembimbing gue lah gak setuju, supervisor di Telkom lah yang gak sreg, uji validitasnya lah gak tepat, dan rintangan2 lainnya. Sampai akhirnya hari itu kuesioner gue udah fix!!

Gue milih tempat fotokopi di pasar itu tetangga si toko buku tadi, dari neon box yang mentereng bertuliskan Selex Photocopy kayaknya cukup meyakinkan, dari pada gue harus mampir-mapir lagi buat fotokopi, wasting time. "Mas fotokopi ya 30x" (1 kuesioner ada 4 halaman).

Si abang fotokopi ngetes beberapa kali, rupanya dia agak keder ama kuesioner kertas bolak-balik gue, pas udah dicopy dia bilang "mas pake kertas folio aja ya, A4-nya abis", "Ya udah gak papa mas, ntar dipotong aja kalo dah selesai". Tiba-tiba mesinnya macet-dibongkar-jalan lagi-macet lagi dst..tau2 udah 20 menit berlalu.

Pas udah selesai, gue liat hasil kopiannya.. Astaghfirullah.. tulisannya gak jelas dan banyak garetan-garetan, "Loh kok begini mas!", si abang njawab sekenanya "Oh iya emang begitu" (gak solutif sama sekali). Karena gue uda buru2 karena ada janji ama orang telkom, ya uda lah gue langsung bayar aja, dan harga kopian bolak-balik itu Rp.300/lembar, aje gile udah berantakan mahal pula!! (tentu gue gak ngomong di depan muka tuh orang, hanya membatin).

Gue sangat gak enak ati kalo responden gue (karyawan telkom) yg udah gue recokin ama kuesioner gue, masih harus gue pusingkan ama tulisan kuesioner gue yang gak jelas, kalo dia bad mood? ngisinya asal-asalan? hasil kuesioner gue ngasal dong? kesimpulan skripsi gue ngaco dong? haaarghgh..

Berhubung dompet gue hanya tebal sama kartu rental film, tapi duitnya cekak, buat ngefotokopi lagi gue pake harus ke ATM dulu, cangih bukan?!?! Abis dari ATM gue ke tukang fotokopi langganan gue, Sima Phoyocopy di deket pintu Kukuksan UI. Selembar Rp 150, setengah dari harga tukang fotokopi yang pertama, soal hasil jauh lebih baik..

Nah, kerjaan jadi tukang fotokopi emang gak sembarangan, selaen harus sabar ngadepin kilatan cahaya dari tuh mesin fotokopi yang bikin mata panas, dia juga harus cekatan, dan sebagai konsumen kita juga harus jeli.
- Pastikan harga kopian di tempat itu berapaan.
- Pastikan kualitas hasil kopiannya (seenggaknya masih bisa dibaca lah)
- Kalo bisa cari orang yang cekatan biar kalo kita buru-bueu nggak bikin gondok!

Selamat berfotokopi ria =D

Continue Reading →

Saturday, August 22, 2009

Menjelang Ramadhan = Ditipu abis-abisan!


Satu hari menjelang Ramadhan gw bantu-bantu di warung ibu gw. Sebuah kios di pasar tradisional bilangan Depok. Setelah gw shalat Jumat, giliran ibu gw yang shalat zuhur. Jadilah gw jaga warung seorang diri, sebenernya ada sodara gw satu lagi, tapi dia lagi ada di gudang. Gak lama kemudian datanglah seorang ibu-ibu gembrot berbaju kuning, dan untuk selanjutnya kita singkat aja IGBK.

IGBK : “mas ini berapaan nih?”, “kalo yang ini”, “nah, kalo yang itutuh berapaan?” “terus kalo yang…” IGBK nanya udah kayak ngabsen barang dagangan, dan gw masih bingung sebenernya apa sih yang dicari nih orang.
IGBK : “hmmh ya uda deh saya beli telor bebek aja, berapa harganya?”
Gw : “seribu lima ratus bu, kalo ngambil banyak bisa kurang dari itu” jelas gw, IGBK masih sibuk milihin telor, terus gw tanya basa-basi “ini untuk sendiri apa dijual lagi ni bu?”
IGBK : “Ooh buat sendiri kok, ya udah saya beli tiga aja deh” sambil ngeluarin uang lima puluh ribuan yang udah digenggamnya dari tadi.

Demi menjaga reputasi warung emak gw, gw berikan pelayanan terbaik. Gw segera plastikin tuh telor dan segera gw ambilin kembaliannya Rp 45.500,- dua puluh ribuan dua lembar, lima ribuan selembar, sama koin gope’an atu biji. Okeh transaksi beres..res..res..res..

Gak lama kemudian IGBK dateng lagi “dua puluh ribuannya kurang selembar, nih mas!” jelas dia. “Wah yang bener bu, perasaan tadi kembaliannya udah bener”. Berhubung daya lupa gw cukup tajam dan gw males ribut, ya udah lah gw kasih aja lagi dua puluh ribuan selembar, mungkin gw kurang teliti, walopun sebenernya gw yakin banget kalo tadi gw gak salah ngembaliin. Kemudian gw segera melayani pembeli lainnya.

Warung tetangga sebelah tau-tau ndatengin gw “Mas, ibu baju kuning tadi belanjaannya ada yang kurang yah, tadi sambil pergi dia ngambil telor lagi” adu si tetangga sebelah. “Ah nggak kok, dia cuma minta kembalian yang kurang”. Rupanga tetangga gw itu mendengar percakapan gw ama IGBK. Terus tetangga gw ngasih tau lagi “Oh yang tadi bilang kurang dua puluh ribu ya mas?”, “tadi sih pas pertama dia ke sini, satu lembar dua puluh ribuannya dikantongin sama dia mas!!”

Haaarghgh gw ditipu, kurang ajar!! Gak lama kemudian ibu gw dateng, terus gw langsung cerita kejadian tersebut. Sambil ndengerin cerita gw, ibu gw mindahin uang yang ada di etalase ke laci. Tiba-tiba ibu gw terhenti langkahnya, terus bilang “Ini lima puluh ribuan kok kayaknya palsu ya”. Sejurus kemudian ibu gw nyalain lampu warna ungu, terus dibandingin tuh lima puluh ribuan sama lima puluh ribuan lainnya. Dan ternyata bener-bener PALSU!! Terus gw inget, itu khan uang dari IGBK tadi!! *lemes campur jengkel*

Ya udah gw lakukan pengakuan dosa dihadapan ibu gw, oke saatnya menghitung mundur buat diomelin dan dipecat sama emak sendiri hikss..hikss.. =’(

Tapi dengan tenang ibu gw bilang “Ya udah, gak papa, lain kali hati-hati, namanya juga pasar”, “apalagi musim puasa sama lebaran kayak gini, suka banyak uang palsu mas” jelas ibu gw dengan bijak, entah ibu gw udah kenyang dengan kejadian kayak gini, atau emang udah maklum sama kedodolan anaknya yang satu ini.. Maafkan aku ibu.. *sambil mbayangin ngarungin IGBK trus gw gantung di tiang bendera!!*
Continue Reading →

Saturday, August 15, 2009

Surat mengerikan dari Madinah


Beberapa hari yang lalu gw dapet surat melalui inbox di facebook. Isinya tentang kesaksian Ayi Nurhayati yang bilang kalo dia dapet surat dari penjaga makam Nabi Muhammad yaitu Syekh Ahmad. Syekh Ahmad sendiri katanya dapet perintah tersebut dari nabi melalui mimpi.
Dan kalo nggak memforward surat itu si pembaca akan kena musibah, di PHK, anaknya mati dll. Astaghfirullah gw kena forward. Merinding bacanya!!..

Akhirnya gw ngobrol sana-sini, dan cari info dimana-mana ternyata itu PALSU!! Walopun isinya tentang seruan tantang kebaikan tapi keharusan mengirim ke 20 orang beserta ancamannya itu sungguh gak sesuai ajaran Islam. Ada-ada aja nih orang ngebungkus penyelewengkan akidah dengan cara sok dakwah. Kalo ntar ada yg dapet di e-mail, selebaran, inbox di facebook, di blog dll, gak usah di gubris!! Continue Reading →

Thursday, July 30, 2009

Gw Kena Flu Babi ??


Di hari pencontrengan 8 Juli lalu gw masih bingung diantara 2 pilihan pasangan capres-cawapres yg akan gw pilih, tapi gw gak mo ngasih tau ke kalian siapa kedua pasangan kandidat yg membuat gw bingung tersebut, yg jelas bukan pasangan no.1 ( ya elah ini sih sama aja ngasih tau hehee..).

Namun keanehan terjadi pas gw kelar ngenyontreng. Pulang dari TPS badan gw agak demam, pengen tidur2an aja rasanya. Malang tak dapat di tolak, dengan semangat 45 ibu gw malah minta anterin ke Bintaro!! (bayangkan rumah gw di Depok, Jauh bin panas + demam pula!) ahh sungguh kombinasi yg tidak sempurna.

Tibalah kami di sebuah rumah di daerah Bintaro sektor 5. Ibu gw segera berpelukan ama temen lamanya yg lg pulang ke Indonesia itu. Namanya tante Gita, do’i ternyata dosen Linguistik sebuah universitas di New York. Bangga juga rasanya orang kampung kayak gw punya kenalan di luar negeri (norak deh gw..).

Tante Gita pulang buat ngejenguk kakaknya tante Indira yg opname di RSIB bintaro. Pas ikutan ngejenguk ke rumah sakit demam gw semakin menjadi-jadi plus pusing pula. Gw ngadu sama ibu gw “Bu, mas agak demam nih”, tapi rupanya ibu gw larut dalam suasana bersama temen2nya, dan aduan gw udah kayak angin sepoi-sepoi yg lewat gitu aja.

Pas mo pulang, gw baca doa naek motor berkali-kali (kayak adaa aja do’a sespesifik itu), di perjalanan mata gw agak berkunang-kunang. Ibu gw minta anterin dulu ke Aneka Buana (semacam Carrefour’a orang Pondok Labu lah..) Dari beraneka belanjaan yg dibeli, ibu gw mbeliin gw dan adek gw kaos oblong buat daleman kemeja, pas ngeliatin ukuran kaos yg ada di belakang kerah gw, ibu gw baru nyadar rupanya. “Loh, kok lehernya panas banget, demam ya? kenapa gak bilang???” Hwaaa kenapa baru nyadar sekaraang!!..

Nyampe rumah, layaknya dokter ibu gw langsung mendiagnosa demam dan pusing gw karena masuk angin, dan obat mujarab buat masuk angin adalah dikerokin. Beginilah yg selalu dilakukan tiap kali gw kurang enak badang. “Hayo buka kaosnya, tengkurep cepet!”, sraat.. sreet.. sraat.. sreet.. jadilah gw macan gadungan.. =’(

Beberapa hari kemudian demam gak turun-turun, tenggorokkan gw tiba-tiba sakit & gw bersin-bersin. Pas gw baca Koran sambil nonton tv (keren khan gw, madep mana coba matanya??). Berita flu Avian H1N1 alias flu babi bertebaran. “Astaghfirullah.. jangan-jangan aah tidaaaaaaaK!!!” Seorang temen dari bandung memperingatkan gw untuk cepet-cepet berobat, “Lo abis dari luar negeri??” (boro-boro dlm hati gw). “Apa lo abis ketemu orang yg baru pulang dari luar negeri??” diam sejenak…. ahh.. tante Gitaaa.. (ah tapi dia kan waktu itu sehat-sehat aja) temen gw bilang lagi kalo temen2nya abis demam terus sakit tenggorokkan dan.. ternyata.. kena PILEK BABI!!

Sungguh terdengar najis penyakit ini, sekali lagi gw ulang “PILEK BABI!!” oke, untuk selanjutnya kita namakan aja flu h1n1. Sesegera mungkin gw ke dokter, setelah mata gw di senter, disuruh telentang sambil mangap & dengan beberapa pertanyaan standard “apa aja keluhannya?” “Mulai kapan terasanya?” abracadabra.. dokter menyatakan gw radang tenggorokkan. Alhamdulillah dengan disertai doa sepanjang hari ternyata gw terhindar dari flu h1n1, semoga ini untuk seterusnya.. amiiin….
Continue Reading →

Thursday, June 11, 2009

Tiba-tiba Uang di Rekening Ludes!!!

Cuma mo share ni.. seorang teman di UI Depok baru saja kehilangan hampir seluruh uang di rekeningnya. Malam itu gw nganterin dia, tiba-tiba pas dia cek saldo uangnya di ATM tinggal sekian puluh ribu rupiah dari berjuta-juta yang ada. Ternyata setelah di cek melalui internet, uang rekeningnya tersedot oleh orang lain. Dari catatan rekening koran ternyata dari nomor (kalo ga salah) yaitu 081338982126 dan 08133888555 (nomor simpati) padahal itu bukan nomor hp temen gw..

Malam itu juga kita telpon call center bank BUMN terkemuka tersebut, tapi operator menjamin bahwa keamanan banknya tidak mungkin dijebol dan mengira ini hanya kelalaian nasabah. Masalahnya temen gw hanya aktivasi sms banking untuk cek saldo dan gak pernah aktivasi internet banking, apalagi transaksi online.

Akhirnya kami lapor ke polres depok. Seorang Polwan ternyata sulit sekali dijelaskan layanan fasilitas sms/internet banking, dia malah cuma nasihatin supaya lebih hati-hati. "ah kejadian ini sih sering bahkan yang puluhan juta ada kok!!" memang saldo rekening tmen gw jumlahnya nggak fantastis dan mungkin nggak cukup worthy untuk diselidiki polisi dan akhirnya menggantung tidak jelas.

Besok siangnya kami ke bank tersebut di lingkungan UI Depok. Kesimpulannya, Customer Service mengira ini kelalain nasabah dan ia tidak tahu manahu dan hanya menyarankan pemblokiran dan membuat rekening baru,yang udah ilang ya udah diikhlaskan saja, dan tak usah diusut modus dan siapa penjahat/oknum di balik petaka ini.. hmmh...
Continue Reading →