Sunday, November 20, 2011

Sejarah Pengkhianatan

“Lebih baik ditembak lawan daripada ditikam kawan sendiri”.

Sejarah tidak melulu soal pahlawan. Bentangan waktu mempertontonkan tragedi pengkhianatan demi pengkhianatan, terangkai menjadi satu alur cerita yang memilukan.

Beberapa waktu lalu tersiar kabar tewasnya Moammar Khadafi dengan tragis. Penguasa Libya selama lebih dar 32 tahun itu diarak dan dianiaya sebelum akhirnya mati ditembak di bagian kepala dan dadanya. Sungguh sayang pasukan yang mengklaim berasal dari negara paling demokratis itu tidak bisa membawa Khadafi ke meja hijau. Jasad Khdafi sempat ingin dibuang ke laut, sampai akhirnya NTC memutuskan memakamkan jasad Khadafi di tengah gurun yang lokasinya masih dirahasiakan dan mungkin untuk selamanya dirahasiakan.

Beberapa media mencoba memberi gambaran seputar kronologis kematian sang diktator. Ternyata sebelum Khadafi ditemukan pasukan NTC, pengawal pribadi Khadafi sempat membocorkan rahasia perihal lokasi keberadaan Khadafi, sehingga pasukan NTC yang notabene adalah rakyat sipil yang baru saja dipersenjatai alias tentara gadungan, bisa dengan mudah mengepung Khadafi.

Itu adalah sedikit cerita soal pengkhianatan. Banyak cerita pengkhianatan lainnya yang bisa kita temui, seperti kisah pengkhianatan Brutus pada Julius Cesar, Hatib Ibnu Balta’ah pada Rasulullah Muhammad, Judas Iscariot pada Jesus, Wang Jingwei pada Dr. Sun Yat Sen dsb. Seperti yang pernah dikatakan Sejarawan Dr. Kuntowijoyo “banyak kejadian di dunia ini hanyalah pararelisme dari kejadian yang pernah ada, dengan segala macam versi dan modifikasinya”.

Apakah semua pengkhianat adalah penjahat? Saya kira belum tentu, beberapa orang yang dilabeli sebagai pengkhianat, ternyata bukanlah penjahat yang sesungguhnya, seperti Tan Malaka yang pernah dicap ultra kiri, sindikalis, dan anti republik padahal ia peletak dasar konsepsi “Menuju Republik Indonesia”, bahkan sebelum Sumpah Pemuda, namun ironis ia justru tewas dibunuh tentara kodam Brawijaya. Begitu pula dengan Guy Fawkes, yang kisahnya diabadikan dalam film “V for Vendetta” yang menggambarkan perlawanannya kepada bangsawan Inggris karena terlalu tunduk pada pengaruh kerajaan Spanyol.

Pengkhianatan tidak saja bisa dilakukan terhadap negara, instansi, pemimpin, atau kawan, tapi juga terhadap diri sendiri. Berkhianat pada komitmen dengan negosiasi terselubung yang menciderai integritas, berkhianat pada janji yang disepakati bersama, dan menjauhkan diri dari idealisme yang pernah dipegangnya termasuk pengkhianatan terhadap diri sendiri. Semoga saya dan Anda tidak termasuk dalam kategori orang-orang yang gemar mengkhianati hati nurani.

Continue Reading →

Thursday, October 13, 2011

Tuhan dan Tukang Cukur


Suatu hari, ada seorang pria taat beribadah yang sedang melaksanakan ritual bulanannya: potong rambut..

Sudah menjadi kebiasaanya, sembari potong rambut ia mengajak ngobrol si tukang cukur. Tetapi hari ini justru si tukang cukurlah yang memulai pembicaraan dengan kalimat awal yang sangat menyentak:

"Sesungguhnya Tuhan itu gak ada lho mas!?", kata tukang cukur agak nyinyir

Tersentak sejenak, "Eh, maaf maksudnya apa pak?" jawab si pria taat.

"Iya, Tuhan tuh gak ada! buktinya kejahatan dan kemaksiatan ada dimana-mana, ketidakadilan, korupsi, pengrusakan alam, keserakahan, perang, pembunuhan..... Kalo ada Tuhan, mana mungkin hal itu terjadi, ya gak?", cecar tukang cukur.

Jegg.. Terhening... speechless , dalam hati, si pria taat ingin menjawab, ingin berargumen, menjelaskan perihal keyakinan. tetapi dia tau, untuk si tukang cukur, jawaban itu tidak akan memuaskan....

Aaarghhh!!!, kesalnya dalam hati. si pria taat terus berpikir sembari rambutnya terus dicukur. mencari jawaban....

proses cukur rambut pun selesai... dan si pria taat 'menyerah'. "buntu pikiranku", gumamnya dalam hati..

Dia bayar tukang cukurnya dan keluar dari barber shop dalam keadaan galau. "kesal..kesal.", bisiknya sembari keluar dari barber shop.

Di seberang jalan tak jauh dari barber shop, ia melihat seorang gelandangan dengan rambut gondrong, awut-awutan, kotor, tidak dirawat, pokoknya gak bersih deh. Sejenak dia tertegun....

Think!!! Aha!!!

Serentak, pria taat itu balik arah, menghambur masuk ke dalam barber shop.

Dengan antusias dia mengatakan, "Pak tukang cukur!! Yang gak ada tuh bukan Tuhan, tetapi tukang cukur!!"

Si tukang cukur terkaget dan bingung, "hah... maksudnya apa mas?!?"

"sini pak.." panggil si pria taat. "tuh liat, bapak-bapak gelandangan yang ada di seberang jalan. rambutnya awut-awutan, kotor, tidak terawat... itu kan bukti bahwa sesungguhnya gak ada tukang cukur di dunia ini..."

"Ealah.. si mas ini gimana sih, itu mah bukan tukang cukur yang gak ada", jawab tukung cukur dengan percaya diri. "Si gelandangan itu aja yang gak mau datang ke saya. Kalau dia datang dan meminta saya cukur... ya saya cukur. Nanti semua yang mas sebutkan, rambut kotor, lusuh, awut-awutan, akan segera saya ilangin"

"Nah, itu dia pak", sahut si pria taat girang.. "Kejahatan, korupsi, keserakahan, rampok, dan kejahatan lainnya, bukan jadi bukti kalau Tuhan itu gak ada... tetapi justru jadi bukti kalau manusia itu tidak mendekat ke Tuhan. kalau seluruh manusia mau mendekat ke Tuhan, insya Allah, semua yang bapak tadi sebutkan gak bakalan ada. sama kan kayak logika cukur bapak tadi. He...he...."

Si tukang cukur nyengir kecut. "oiyaya bener juga mas.. saya jadi percaya Tuhan itu ada".

"Dan Apabila Hamba-hamba KU Bertanya Kepadamu Tentang KU, Maka Sesungguhnya AKU DEKAT. AKU Kabulkan Permohonan Orang Yang Berdoa Apabila Dia Berdoa Kepada KU. Hendaklah Mereka Itu MEMENUHI PERINTAHKU & BERIMAN Kepada KU Agar Mereka MEMPEROLEH KEBENARAN"~(Al-Baqarah 2:186)
Continue Reading →

Tuesday, September 6, 2011

Sidak!

Pemberitaan mengenai PNS bolos di hari pertama kerja pasca libur lebaran adalah hal rutin tahunan. Sama polanya seperti berita arus mudik dan arus balik plus berita lebaran ala selebriti yang nongol setiap tahun. Tahun ini giliran kantor saya yang kebagian diliput oleh dua stasiun tv swasta.

Dari sekitar 400 pegawai di kantor tempat saya bekerja ada lima orang yang tidak hadir, artinya 98,75% pegawai masuk on time. Data tersebut saya ketahui dari tayangan televisi pagi hari saat Sekretaris Kementerian kantor saya menjawab salah satu pertanyaan yang diajukan seorang presenter.

Namun yang menggelitik saya adalah ketika si presenter bertanya “Bagaimana bapak bisa tahu jumlah pegawai yang tidak masuk kerja?” Ketika mendengar pertanyaan itu saya asumsikan si presenter mengira bahwa ketika Sesmen ada di studio, artinya ia tidak mengatahui kondisi di kantornya. Mungkin dikiranya ada absen tanda tangan yang kemudian direkap siangnya dan baru dilaporkan sore harinya.

Perlu diketahui, mengenai absensi sudah banyak atau bahkan sebagian besar instansi pemerintah sudah menggunakan sistem hand key. Jangankan tidak masuk, telat satu detik pun ketahuan dan langsung terpotong tunjangan kinerjanya. Ketika sudah lewat jam masuk kerja (pukul 7.30) bagian kepegawaian sudah memiliki data absensi. Dengan demikian, petugas bisa melaporkan lewat sms, bbm, whatsapp, ym, atau via apapun ke smartphone pimpinannya secara real time.

Kemudian mengenai sidak sendiri saya tidak terlalu sepakat dengan pendekatan semacam ini. Sidak tidak efektif, hanya terkesan cari sensasi. Pemimpin yang baik bukan hanya berani bertindak tegas dangan memberi sanksi (sesuai PP 53/2010) dan hanya menegakkan disiplin dalam satu hari. Pemimpin hebat adalah pemimpin yang bisa membuat pegawai disiplin setiap hari dan menciptakan sistem kerja yang mendorong produktivitas.
Continue Reading →

Thursday, July 14, 2011

Pensiun Dini PNS


Beberapa waktu lalu Wamenkeu Anny Ratnawaty menyampaikan pada publik bahwa beban anggaran APBN untuk tunjangan hari tua PNS cukup berat, yaitu mencapai Rp. 59 Triliun rupiah. Kemudian beliau menggulirkan gagasan untuk diselenggarakannya pensiun dini bagi PNS. Sebenarnya wacana ini sudah lama ada, seperti halnya otonomi daerah dan reformasi birokrasi yang sudah menjadi diskursus sejak lama, namun baru bergulir beberapa tahun belakangan ini.

Memberlakukan kebijakan pensiun dini di kalangan PNS tentu tidak semudah seperti halnya yang terjadi pada perusahaan swasta atau BUMN. Sebagai contoh adalah PT Telkom. Pada tahun 2009 lalu saya melakukan penelitian mengenai program pensiun dini pada PT Telkom Divre II Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20,5% pegawai yang berminat untuk pensiun dini. Mayoritas mereka berada pada rentang usia 41-50 Tahun, band posisi rendah (IV,V,dan VI) dengan latar belakang pendidikan SMA/DIII, serta berasal dari Divisi Infratel yang sebagian besar pekerjaannya di bidang teknis lapangan.

Hasil in depth interview memperlihatkan gambaran bahwa motivasi karyawan mengajukan pensiun dini adalah karena kompensasi yang menarik, selain itu juga karena ‘kariernya’ sudah mentok, dan merasa tidak mampu lagi mengikuti ritme transformasi perusahaan yang menuntut kreativitas, penguasaan bahasa asing, dan keterampilan teknologi informasi yang mumpuni.

Dari hasil penelitian tersebut, saya memperoleh gambaran, bahwa ‘lakunya’ pensiun dini di Telkom dikarenakan adanya semacam pra kondisi yang membuat karyawan yang kurang kompeten tidak bisa mengikuti mekanisme kerja yang berat dan kompetitif, kemudian menjadi tidak nyaman. Di sisi lain datang tawaran kompensasi yang cukup menggiurkan. Sekedar info, TDUK (Tarif Dasar Uang Kompensasi) pensiun dini berkisar Rp. 209.330.000 – Rp. 1.028.500.000 dan tahun 2009 lalu rata-rata kompensasi yang diterima pegawai yang mengajukan pensiun dini sebesar 726 juta rupiah.

Bagaimana dengan PNS? Tentu berat mengimplementasikan program pensiun dini pada dunia birokrasi. Aspirasi yang berkembang justru beberapa pegawai ingin batas usia pensiun ditambah, namun sayang peraturan membatasi sampai usia 56 tahun (PP 32/1979). Akhirnya mereka minta dikaryakan kembali, karena merasa belum siap dan dengan alasan masih memiliki anak yang bersekolah/kuliah, sehingga masih membutuhkan banyak biaya.

Secara kultur kerja pun belum ada kondisi yang mendesak seorang PNS untuk pensiun dini atau alih profesi. Dari faktor eksternal, peluang untuk start up bisnis pun dinilai terlalu beresiko. Akhirnya ‘stabilitas’ adalah alasan sebagian besar PNS untuk bertahan dan mungkin sudah menjadi tujuan sejak awal.

Pensiun dini pada institusi pemerintahan sebenarnya bisa saja terjadi jika reformasi birokrasi benar-benar telah terlaksana. Iklim kerja yang semakin profesional akan menjadi mekanisme seleksi alami. Dalam membuat TDUK pun lebih mudah, karena lembaga yang telah reform pasti memiliki grade tunjangan kinerja yang disesuaikan dengan posisi masing-masing pegawai.

Continue Reading →

Sunday, June 5, 2011

Mega Typo


Pernah suatu ketika, saat baru bangun dari tidur saya nulis tweet seperti ini:
bagaimana bisa kau hadir di mimpiku, padahal tak sedetikpun kutindu dirimu..

Itu adalah kutipan lirik lagunya The Groove yang judulnya “khayalan”. Tapi saya salah ketik, entah karena terburu-buru atau nyawa baru kumpul 50%, yang seharusnya kurindu jadi kutindu. Maklum, di papan qwerty huruf R dan T letaknya deketan. Sebenernya sih, dengan nalar sederhana orang pasti tahu maksudnya adalah kurindu bukan kutindu, apalagi kutinju! Jelas gak cocok dengan susunan kata yang ngebentuk kalimat tersebut.

Nah, itulah yang disebut typo (Typographical Error), definisi gampangnya adalah salah ketik. Jika kita salah ketik saat update status di facebook atau twitter, mungkin risikonya dijadikan bahan ledekan teman-teman. Tapi kalau salah ketiknya di surat kabar atau surat resmi kenegaraan? Bisa-bisa kita dianggap tidak profesional dan membuat orang salah paham.

Coba bayangkan jika ada surat yang semestinya berbunyi:

“Berhubung kami kurang dapat memahami nota dinas saudara tempo hari. Maka kami mohon penjelasan lebih lanjut..”

Menjadi:

“Berhubung kami kutang dapat memahami nota dinas saudara tempo hari. Maka kami mohon penjelasan lebih lanjut..”

WOOOI.. SEJAK KAPAN KUTANG DAPAT MEMAHAMI NOTA DINAS!!!

Fatal kan?
Typo juga bukan hanya soal salah menempatkan huruf, tapi juga penulisan yang tidak sesuai EYD atau memakai istilah yang keliru, contoh:

“Ibunda Sammy Iklaskan Anaknya Dipenjara” ☛ ikhlaskan
“Satpol PP Di Hadang Massa di Pasar Barito, Kebayoran Baru” ☛ Dihadang
“Digeber Nonstop 70 Jam, CBR 250cc Raih MURI” ☛ Museum diraih? Harus ada sisipan “Rekor”

Dan peristiwa mega typo baru-baru ini ialah saat redaksi TV One menulis “SBY PERINTAHKAN PENJEMBUTAN NAZARUDDIN” *__*
Kenapa saya sebut mega typo? Perhatikan keyboard qwerty anda, betapa jauh letak huruf P dengan B. Hmmh.. mungkin si penulis lagi ngantuk atau bengong jorok kali yah..
Continue Reading →